Diskusi Strategis Pengembangan Wisata Kuliner Kampung Bambu di Desa Pakahan, Jogonalan
Jogonalan, Klaten – Dalam upaya meningkatkan potensi pariwisata lokal, komunitas Bangkit UMKM Klaten berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pakahan menggelar diskusi strategis bertajuk “Pengembangan Wisata Kuliner Kampung Bambu” pada Kamis (tanggal kegiatan). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM lokal, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Klaten.
Menggali Potensi Wisata Kuliner Lokal
Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam mengembangkan Kampung Bambu sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Klaten. Kampung Bambu dikenal dengan suasana pedesaan yang asri serta keragaman kuliner khas yang berbasis bahan-bahan lokal. Potensi ini dinilai sangat menjanjikan untuk menarik wisatawan sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Agenda Diskusi dan Pembicara
Dalam diskusi ini, beberapa pembicara utama menyampaikan pandangannya, di antaranya:
- Kepala Desa Pakahan, yang membahas visi desa untuk menjadikan Kampung Bambu sebagai pusat wisata kuliner berkelanjutan.
- Perwakilan Bangkit UMKM Klaten, yang memaparkan strategi pemberdayaan UMKM melalui Kerjasama dan promosi.
Rencana Aksi Ke Depan
Hasil diskusi ini melahirkan beberapa langkah strategis, seperti:
- Kerjasama – Melalui program kemitraan antara Desa Pakahan dan Bangkit UMKM Klaten.
- Pembangunan Infrastruktur Pendukung – Penambahan fasilitas seperti area parkir, pusat informasi, dan zona kuliner.
- Promosi Digital – Optimalisasi media sosial dan platform online untuk memperluas jangkauan promosi
- Festival Kuliner Rutin – Penyelenggaraan event tahunan untuk memperkenalkan kuliner khas Kampung Bambu kepada khalayak luas.
Antusiasme Peserta
Peserta diskusi menyambut positif inisiatif ini. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Agus Wirawati, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini memberikan harapan baru bagi usaha kecil di desa. “Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Kampung Bambu akan menjadi destinasi wisata kuliner yang diminati wisatawan,” ujarnya.
Komitmen Bersama
Diskusi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Bangkit UMKM Klaten dan Pemerintah Desa Pakahan untuk mewujudkan Kampung Bambu sebagai ikon wisata kuliner yang mengangkat kearifan lokal dan memperkuat perekonomian desa.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan Kampung Bambu dapat menjadi daya tarik baru bagi Kabupaten Klaten sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan potensi lokal mereka.
Tidak ada komentar untuk " Diskusi Strategis Pengembangan Wisata Kuliner Kampung Bambu di Desa Pakahan, Jogonalan"
Posting Komentar